Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Wajib Tahu! 8 Penyakit Burung Merpati Dan Cara Tepat Mengobatinya

Ternyata ada banyak sekali Penyakit Burung Merpati yang umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, kutu, parasit hingga protozoa. Dan diantara sekian banyak penyakit, penulis mengelompokkan menjadi 8 penyakit utama dimana seringkali menjangkiti burung merpati.

Namun, sahabat tak perlu khawatir karena itu semua bisa segera dicegah dan dimanagement dengan baik bila terdeteksi sejak dini. Apalagi bagi para peternak merpati, tugas yang paling penting tentu menjaga kesehatan sehingga harus extra disiplin dalam proses perawatanya.

8 Jenis Penyakit Burung Merpati Dan Cara Tepat Mengobatinya

Wajib Tahu! 8 Penyakit Burung Merpati Dan Cara Tepat Mengobatinya

Penasaran apa saja jenis penyakit pada burung merpati? Baiklah, daripada kelamaan mari kita ulas pembahasanya dibawah ini beserta cara mengatasinya.

Berikut 8 Jenis Penyakit Burung Merpati dan Cara Mengatasinya

1. Penyakit ND (Newcastle Disease)

Adalah penyakit pada unggas atau merpati yang diakibatkan oleh virus bahkan bisa berpengaruh pada manusia. Virus ND tergolong mematikan jadi harus segera diobati bila merpati kalian terkena ND atau orang awam menyebutnya tetelo.

Ciri-ciri merpati terkena ND: pilek (hidung berair), sayap terlihat lemas, setelah 2 hari biasanya mengalami kelumpuhan, mengorok, kepala melipat terkulai atau terbalik.

Cara mengobati merpati tetelo atau ND: beri asupan phor ayam berkualitas pada makan pertamanya, beras merah (sudah diblender) untuk makan keduanya, beri minuman dengan spet (jangan sampai basah di sekitar leher).

Tahap lanjutan adalah memastikan merpati bisa bisa berdiri, kemudian cabutlah bulu-bulu yang ada di leher untuk tujuan mengeluarkan darah kotor. Setelah itu, tusuk leher yang bewarna hitam bintik-bintik (disitulah racun ND menumpuk), tinggal beri betadine supaya tidak terjadi infeksi (lakukan 1x dalam seminggu).

Ketika merpati mampu tengok kanan-kiri, artinya burung tersebut mulai sembuh tapi tidak bisa sehat total bahkan kekuatan burung bisa menurun drastis. Disisi lain, bagi kalian yang ingin mencoba ramuan alami bisa diikuti tips membuat ramuan alami untuk merpati sakit tetelo.

Cara pencegahan merpati dari penyakit ND: jagalah kebersihan kandang, beri vitamin secara rutin, jangan campur adukkan dengan burung yang sedang sakit.

2. Penyakit Pigeon Pox

Adalah penyakit yang disebabkan oleh virus tertentu dimana gejala paling nampak pada burung merpati biasanya kulit menjadi bengkak-bengkak kecil (seperti kutu air).

Ciri-ciri merpati terkena cacar atau Pigeon Pox: terlihat bintik-bintik pada kulit dan muncul banyak  benjolan, kulit melepuh seperti terbakar bahkan bisa menyerah area lainya.

Cara mengobati merpati terkena Pigeon Pox: memanfaatkan antiseptik berupa salep khusus untuk burung merpati, jadi kalian bisa  mengoleskanya ke area tertentu. Adapun cara sedikit ekstrim yaitu melupas kulit yang terkena pigeon pox kemudian barulah diberi betadin dan buntalan perban. Bisa juga diberikan multivitamin antibodi agar menjaga kondisi dan kesehatan si burung.

Cara pencegahan merpati dari penyakit Pigeon Pox: bersihkan kadang secara rutin terutama setelah kehujanan atau malam hari, jauhkan si burung merpati dari nyamuk dengan pemberian kerodong dan terakhir hindarkan dari daerah lembab dan basah.

3. Penyakit Coccidiosis

Adalah jenis penyakit yang menyerang daya tahan tubuh burung merpati. Bahkan sebenarnya medianya sudah bersarang pada tubuh merpati sejak dilahirkan.

Ciri-ciri merpati terkena penyakit Coccidiosis: terlihat pucat, bisa mengalami mencret tiap 10-40 menit( tak berbusa) disertai warna coklat dengan sedikit darah dan mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Cara mengobati merpati terkena penyakit Coccidiosis: bisa menggunakan antibiotik khusus unggas atau poultry seperti sulfonamide, sulfamix, sulfaclorpyrazine yang menjadi obat andalan para peternak burung merpati.

Cara pencegahan merpati dari penyakit Coccidiosis: jaga kebersihan kandang, tempat makan/minum dan jangan laupa untuk selalu memberikan vitamin terbaik pada burung merpati.

4. Penyakit Paratyphoid

Adalah penyakit berkategori membahayakan dan bisa berujung kematian. Penyakit ini berupa bakteri yang menyerang usus pencernaan hingga dapat menjalar ke hati, ginjal maupun saraf otak. Jika merpati tak segera mendapat pengobatan dalam waktu 5 jam, maka tingkat keberhasilanya sangatlah kecil.

Ciri-ciri merpati terkena penyakit Paratyphoid: nafsu makan berkurang drastis, mencret bewarna hijau disertai busa, bulu leher berdiri dan bisa timbul bengkak di persendian.

Cara mengobati merpati dari penyakit Paratyphoid: berikan obat bernama baytril atau sejenisnya khusus untuk burung, lalu teteskan 2-3 kali (pada tempat minum burung) selama max 15 hari. Beberapa pemilik merpati mengatakan bahwa obat ini cukup efektif untuk membunuh bakteri paratyphoid. Kalian juga bisa menambahkan obat  amoxycilin serta vitamin B sebagai penunjangnya.

Cara pencegahan merpati dari penyakit Paratyphoid: utamanya kebersihan kandang beserta tempat makan/minum , teratura untuk melakuakn desinfektan di sekitar kandang dan kalo perlu semprot dengan air cuka (5%=10 ml) atau air asam (acidifying) dicampur 1 liter air di area kandang supaya benar-benar steril dari bakteri, virus, jamur dan lainya.

Baca ini:   Cara Ternak ,Budidaya Merpati Yang Benar Untuk Pemula

5. Penyakit Parasit Atau Cacingan

Adalah penyakit yang sering dianggap remeh oleh hampir semua pemilik merpati. Padahal ketika cacing berkembangbiak pada tubuh si burung bisa menggerogoti organ-organ dalam terutama pencernaan dan menurunkan berat badan secara drastis bahkan berujung pada kematian.

Ciri-ciri merpati terkena penyakit Cacingan: sering mengantuk, badan semakin kurus, kotoran burung terlihat putih-putih (terlihat adanya cacing),

Cara mengobati merpati dari penyakit Cacingan: berbagai cara bisa sahabat coba seperti pemberian obat cacing vermix pro, stop cacing atau combantrin. Caranya, puasakan dulu merpatinya, kemudian kasih obat sesuai dosis dalam hal ini contohnya combantrin 1 sdm (utk cair) atau 1 tablet (untuk tablet), setelah 5 jam baru diberikan makan atau voer dan biasanya 1 minggu pengobatan dapat membunuh cacing yang bersarang di tubuh si burung.

Cara pencegahan merpati dari penyakit Cacingan: bersihkan kandang secara rutin, jangan lupa jaga kebersihan tempat makan/minumnya, jadi kunci utamanya yakni selalu menjaga kebersihan burung maupun tempat burung itu sendiri.

6. Penyakit Trichomoniasis / Canker

Adalah penyakit yang timbul disebabkan oleh protozoa aau organisme kecil dan dapat berkembang biak melalui cairan. Makanya, induk burung merpati bisa menjadi perantaran utama ketika menyalurkan dari induk ke anak-anaknya.

Ciri-ciri merpati terkena penyakit Trichomoniasis/Canker: kotoran berair, ada benjolan kuning di area mulut bulu terlihat kusam dan kasar, mata lambat berkedep, nafsu minum lebih tinggi daripada biasanya.

Cara mengobati merpati terkena penyakit Cacinganobat yang paling tepat untuk masalah ini yakni berjenis antibiotik sejenis metronidazole, ronidazole, dimetridazole atau carnidazole. Sahabat bisa memilih salah satunya sedangkan masa pengobatanya sendiri kira-kira membutuhakn 10-15 hari.

Cara pencegahan merpati terkena penyakit Trichomoniasis/Canker: minimalhkan stress pada burung mengingat hampir 65% nya bisa menjadi penyebab protozoa muncul (didasarkan referensi) dan sendirikan minuman saat perlombaan (main balap), latber atau kolongan.

7. Penyakit E-Coli

Adalah penyakit yang tidak hanya menyerang manusia saja tetapi juga segala jenis binatang termasuk merpati. Digolongkan penyakit ringan,  bisa tumbuh khususnya di bagian pencernaan dan tidak menjalar ke saraf lainya.

Ciri-ciri merpati terkena penyakit E-Coli: kurang nafsu makan, mencret berhari-hari, cenderung murung atau malam bergerak

Cara mengobati merpati terkena penyakit E-Coli: cukup diberikan jenis obat amoxicillin, ampicillin atau gentamicin. Caranya pun mudah sekali, tinggal digerus obatnya (1 biji), dilarutkan ke dalam air putih lalu sped ke mulut burung.

Ciri-ciri merpati terkena penyakit Trichomoniasis/Canker: kontrol debu yang masuk ke kandang, jaga kebersihan kandang dan lingkunganya, bersihkan selalu tempat makan/minumnya dan cara paling ampuh yaitu vaksin secara teratur.

8. Penyakit Kutu

Adalah penyakit yang tidak terlalu berbahaya namun seringkali merpati kehilangan fokusnya ketika terkoyak gigitan kutu dan sering menggaruk-garuk badanya. Meski begitu, kalian tidak boleh mengabaiknya karena bisa berdampak anemia pada burung.

Ciri-ciri merpati terkena penyakit Kutu: sering menggaruk-garuk badanya, bulu gampang rusak karena ulah kutu, burung kesulitan tidur karena gigitan kutu.

Cara mengobati merpati terkena penyakit Kutu:

Pertama, pakai rebusan daun sirih dengan cara ampur 10-15 daun sirih ke dalam 1 liter lalu rebus mendidih dan tunggu sampai dingin, kemudian semprotkan ke burung untuk membasahinya (jangan sampai terkena mata), terakhir tunggu 1-2 jam agar kutu benar-benar mati(boleh sambil dijemur) lalu mandikan ulang pakai air bersih.

Kedua, bisa menggunakan produk tertentu seperti Stop Kutu Bird Care yang merupakan obat alami khusus burung sebagai pembasmi serangga. Perlu dicatat, bila terlalu sering penggunaanya, juga dampak berdampak pada kerusakan bulu-bulu merpati.

Cara pencegahan merpati terkena penyakit Kutu: semprot kandang dengan insektisida, mandikan burung dengan air dicampur sedikit cukan dan garam (2x seminggu) atau boleh juga menggunakan rebusan air sirih.

Baca ini:   Cara Merawat Burung Merpati Balap Yang Baik Dan Benar Khusus Pemula

Sekian dulu yak pembahasan lengkap tentang 8 Penyakit Burung Merpati Dan Cara Tepat Mengobatinya, semoga bermanfaat dan tentu sahabat tidak kebingungan lagi ketika menemui masalah-masalah tersebut, Terima kasih.

salam kicaumania

Tags:
    cara buat gacor cep cep, cara mengobati pentet terluka pada paruh atas, bisakah merpati yang sudah dewasa dikasih gelang?, tahapan membuat sangkar paralon, burung kutilang gak mau makan,