Perawatan Burung Indukan Murai Batu yang Baru Bertelur

Advertisement

Murai batu merupakan jenis burung yang diminati banyak orang karena kepintarannya menirukan burung-burung lain tampa harus meninggalkan suara khasnya. Karena tingginya permintaan pasar akan jenis burung yang satu ini maka harga jual di pasaran juga lumayan mahal. Terlebih lagi untuk burung yang sudah memenangkan kontes maka harga jualnya bisa diatas 40 juta rupiah.

Bagi Anda yang memiliki Burung murai batu dan baru saja bertelur, Anda perlu memperhatikan beberapa hal apabila ingin menjadikan Burung murai ini sebagai indukan karena jenis burung ini memerlukan ketenangan saat sedang mengerami telur.

Lebih jelasnya berikut ini cara  perawatan Burung indukan murai batu yang baru bertelur hingga menetas.

Hindarkan Burung dari Gangguan

Perawatan Burung Indukan Murai Batu yang Baru Bertelur

Perawatan Burung Indukan Murai Batu yang Baru Bertelur

Setelah Burung murai batu bertelur, proses alamiah selanjutnya untuk mendapatkan anakan burung adalah pengeraman. Saat dalam proses ini sebaiknya Anda menjaga ketenangan indukan jangan sampai merasa terganggu akibat predator ataupun Anda sendiri ketika hendak memeberi makan.

Beberapa gangguan serangga seperti kecoa ataupun semut bisa membuat indukan turun dari sarang pengeraman sehingga suhu telur tidak stabil dan pada akhirnya telur gagal menetas.

Lebih parahnya, untuk burung yang baru pertama kali bertelur biasanya akan memakan telurnya sendiri apabila merasa terganggu. Tidak sedikit juga hal ini disebabkan oleh pemilik yang hendak memberinya makan, jadi sebaiknya Anda harus ekstra hati-hati ketika hendak memberinya makan. Jangan sampai ia merasa terganggu.

Anda juga harus memastikan indukan terhindar dari serangan penyakit yang berawal dari serangga ataupun parasit sehingga telur bisa menetas sesuai harapan.

Mengatur Pemberian Extra Fooding

Sewaktu proses pengeraman, sebaiknya Anda mengurangi extra fooding agar birahinya tidak terlau besar karena kondisi burung yang terlau agresif terhadap pasangannya akan membuat proses pengeraman menjadi terganggu.

Setelah Burung murai batu ini sudah mengeram selam 12 hari baru Anda tingkatkan extra fooding karena pada hari ke 14 biasanya telur-telur akan menetas. Anda juga harus menyiapkan kroto untuk makanan pertama piyek agar kesehatannya terjaga. Hal ini disebabkan karena kroto tinggi akan kandungan protein yang sangat baik untuk burung.

Ambil Anakan pada Umur 5 Hari

Setelah telur-telur menetas sebaiknya Anda tidak tidak langsung mengambil anakan burung karena hal ini bisa mengancam nyawa. Telur yang baru saja menetas kondisinya masih sangat lemah sehingga akan jauh lebih baik apabila Anda mengambilnya setelah umur 5 sampai 10 hari setelah kondisinya cukup stabil.

Dalam kondisi yang sudah stabil ini anakan burung akan dengan mudah Anda beri makan. Namun sebaiknya Anda juga tidak mengambil anakan lebih dari 10 hari karena biasanya setelah umur 10 hari insting burung sudah cukup kuat sehingga akan sangat sulit untuk memberinya makan karena ketakutan. Sedangkan umur 10 hari burung belum bisa mengambil makanannya sendiri.

Tempatkan Anakan di Kotak Terpisah

Setelah diambil dari induknya, Anda bisa menempatkan anakan di kotak yang sebelumnya diberi sarang untuk landasan. Selain itu beri juga lampu agar anak burung tidak merasa kedinginan karena panas dari lampu bisa menggantikan pelukan sang induk.

Agar cepat besar dan tidak lemah, Anda bisa memberi anakan dengan kroto yang mudah ditelan

Campur Kroto dengan Voer

Anda bisa mencampurkan kroto dengan voer sebagai makanan utamanya setelah anakan mencapai umur 15 hari. Sebelum umur ini maka sebaiknya beri kroto saja jangan dicampur dengan voer.

Voer merupakan makanan yang tepat untuk burung karena mengandung vitamin, mineral dan protein dan diperlukan untuk tumbuh kembangnya. baca juga artikel mengenai Cara Meracik makanan burung lovebird

Advertisement

Tags:
    murai batu tidak mau mengerami telurnya, jumlah telur murai batu, murai bertelur, murai batu bertelur, tanda tanda telur murai batu akan menetas,