Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jalak Suren Jawa Jantan dan Betina, Ini Perbedaannya!

Jalak Suren Jawa – Bagi para pecinta burung pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Burung Jalak. Burung Jalak ini sendiri memiliki kemampuan yang unik dan berbeda dari jenis burung kicau biasanya. Kelebihan utamanya yakni bisa menirukan suara manusia dengan sangat fashih layaknya burung Beo. Selain itu, kualitas kiacuannya juga bervariatif mampu membuat siapa saja yang mendengarnya langsung tertarik.

Burung Jalak juga terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah Jalak Suren. Jalak Suren juga memiliki keunggulan menirukan suara manusia dan kicauannya pun juga sangat bervariatif. Warna bulunya didominasi oleh perpaduan hitam dan putih. Karena keunikan dan keunggulannya ini membuat Burung Jalak Suren menjadi burung peliharaan favorit. Namun demikian yang paling diminati oleh pecinta burung adalah Jalak Suren Jawa.

Jalak Suren Jawa

Perbedaan Jalak Suren Jantan dan Betina

Jalak Suren Jawa memiliki keunggulan yang lebih jika dibandingkan dengan jenis Jalak Suren lainnya. Salah satunya terlihat dari kualitas kicauannya, dimana Jalak Suren Jawa memiliki kicauan yang gacor dan ngeroll. Tak heran banyak yang menjadikan Jalak Suren Jawa ini sebagai masteran.

Jalak Suren Jawa Jantan tentu lebih banyak dipilih dikarenakan kualitas kicauannya yang sangat baik. Tetapi demikian banyak yang terkecoh saat menentukan apakah Jalak Suren Jawa yang dipelihara berjenis kelamin jantan ataupun betina. Untuk itu, dibawah ini kami berikan ulasan ciri-ciri Jalak Suren Jawa jantan dan betina yang perlu Anda tahu.

Baca ini:   Jalak Suren Malaysia, Ciri-ciri dan Kelebihannya

Ciri-ciri Jalak Suren Jawa Jantan

  • Pertama bisa dilihat dari postur tubuhnya, dimana lebih besar dan panjang jika dibandingkan si betina.
  • Tingkah lakunya pun Jalak Suren Jawa jantan lebih agresif.
  • Untuk warna bulu dibagian kepala dan punggungnya berwarna hitam legam.
  • Perbedaan juga terlihat pada bagian ekornya yang lebih panjang dan menyatu, berbeda dengan ekor pada betinanya.
  • Warna merah yang lebih jelas dan cerah terdapat pada sekeliling atas matanya.
  • Di bagian bulu dadanya lebih terlihat cerah dan putih bersih. Selain itu, bulu dadanya ini sering terlihat membelah lebih leba.
  • Di bagian kaki-kakinya lebih panjang dan sangat kokoh.
  • Bulu jambul yang terdapat pada kepalanya lebih panjang dan lebar saat mengembang. Inilah perbedaan yang paling mencolok untuk Jalak Suren Jawa jantan dan betina.
  • Ketika berkicau, Jalak Suren Jawa jantan akan terlihat lebih sering memompa.
  • Kicauannya juga lebih bervariasi dan keras.

Ciri-ciri Jalak Suren Jawa Betina

  • Jalak Suren Jawa betina memiliki postur tubuh yang bulat dan pendek.
  • Warna bulu yang mendominasi tubuhnya lebih suram, tidak seperti pada si jantan yang terlihat lebih cerah.
  • Tingkah laku Jalak Suren Jawa betina cenderung tidak agresif.
  • Perbedaan juga terlihat pada kepalanya yang lebih ramping.
  • Bulu pada ekornya juga berbeda, dimana pada si betina ekornya lebih pendek dan tidak menyatu.
  • Jari kaki pada si betina juga lebih pendek. Selain itu, paruhnya pun juga terlihat lebih pendek.
  • Warna merah pada sekeliling atas matanya terlihat lebih pucat.
  • Kicauan yang dimiliki Jalak Suren Jawa betina tidak terlalu bervariasi.
  • Bagian dadanya juga tidak terlalu membuka dan cenderung lebih rata.
Baca ini:   Terbukti! Cara Agar Jalak Suren Cepat Mompa Dan Gacor

Dengan mengetahui beberapa perbedaan Jalak Suren Jawa jantan dan betina diatas, tentunya Anda tidak akan pernah lagi terkecoh. Perhatikan beberapa cirinya sehingga Anda bisa mengetahui apakah Burung Jalak Suren Jawa yang Anda pilih berjenis kelamin jantan ataupun betina.

Demikian tadi informasi perbedaan antara Jalak Suren Jawa jantan dan betina yang perlu Anda tahu. Semoga informasi diatas bermanfaat.

Tags:
    beda kepodang jawa dan sumbawa, perbedaan kepodang bali, beda kepodang jawa dan sumatra, perbedaan ppdang lokal dan sumatra, beda kepodang jawa dan bali,